JetBrains: Development Tools yang bersahabat dengan pelajar

JetBrains Logo

JetBrains Logo

Seorang developer, selain harus menguasai serangkaian proses development dan logic model, biasanya juga memiliki IDE favorit. Saya sendiri menjatuhkan pilihan pada IDE populer yang dikembangkan oleh JetBrains.

Hampir sebagian besar bahasa pemrograman yang saat ini banyak digunakan telah tersedia IDE-nya. IDE dalam hal ini bukan sekedar text highlighter atau command auto complete, tapi dapat melakukan trace sesuai dengan arsitektur bahasa pemrograman tersebut. Sebagai konsekuensi ukuran IDE menjadi besar dan memerlukan beberapa library khusus agar proses debugging sesuai dengan yang diharapkan.

Belajar lebih cepat

CLion IDE

CLion IDE

Hampir semua bahasa pemrograman memungkinkan untuk menggunakan Notepad (Windows) sebagai IDE untuk membuat program, bahkan beberapa orang lebih familiar dengan CLI based (vim, nano, dan lain sebagainya). Kebanyakan tahapan yang cukup membosankan selain memikirkan alur dan algoritma program, yakni debugging. Pada model bahasa scripting proses debugging biasanya hanya dapat dilakukan ketika program telah dijalankan, kemudian baru dilakukan analisa. Berbeda halnya dengan program berbasis compiling, yang mana harus dipastikan terlebih dahulu tidak ada error dan sedikit warning sebelum program tersebut benar-benar dapat dijalankan pada mesin.

Bagi bahasa pemrograman model scripting tidak masalah menggunakan Notepad sebagai IDE dalam mengembangkan program, namun untuk bahasa pemrograman yang berbasiskan compiler seperti Java, C/C++, dan lain-lain akan sangat berguna jika memiliki IDE yang dapat secara otomatis melakukan pengecekan (kemungkinan) error dan warning yang ada dalam program. Bahkan beberapa IDE telah mampu melakukan pengecekan sampai logic program yang ingin kita kembangkan.

PHPStorm, PyCharm, WebStorm, dan CLion

Beberapa tahun belakangan saya selalu menggunakan PHPStorm untuk menyelesaikan project-project yang ada. PHPStorm memiliki fitur yang cukup lengkap jika dibandingkan dengan IDE lainnya, menurut saya. Mulai dari active tracker, Version Control System (VCS), watcher, dan masih banyak fitur lainnya.

Kemudian dilanjutkan dengan menggunakan PyCharm, WebStorm, dan CLion untuk beberapa keperluan. Jika diperhatikan keempat IDE tersebut memiliki tampilan dan struktur menu yang identik, hal ini justru memudahkan pengguna ketika beralih dari satu IDE ke IDE lainnya. Dengan begitu pengguna lebih mudah untuk menemukan lokasi falitas atau fitur yang ingin digunakan (menu fasilitas atau fitur yang disediakan sangat banyak, dalam kasus saya tidak semua fasilitas atau fitur tersebut sempat untuk dimanfaatkan).

Seperti yang sudah dijelaskan diawal bahwa semakin banyak fitur yang disediakan, maka akan semakin besar (dan beban process) pula terhadap komputer.

Gratis

Sayangnya sebagian besar IDE yang dibuat oleh JetBrains bersifat premium, kita harus rela menguras dompet lebih dalam untuk dapat menikmati semua fitur yang ada pada IDE karena harganya memang sedikit mahal.

Kabar baiknya adalah untuk mahasiswa, Gratis!

Namun syaratnya adalah membuat sebuah akun di JetBrains dengan menggunakan alamat email dari domain universitas. Pada saat registrasi akan ada pemberitahuan bahwa akun free student berlaku untuk 1 tahun, namun dari halaman FAQ dijelaskan bahwa lisensi untuk free student dapat diperpanjang lagi setiap tahun.

Saat ini JetBrains mengembangkan sistem pemeriksaan akun berdasarkan alamat email dari database universitas yang telah mereka miliki.

https://github.com/JetBrains/swot

Setelah saya cek ternyata mereka telah memiliki daftar universitas beserta alamat websitenya dari hampir semua kampus yang ada di Indonesia, dan beberapa negara lainnya. Jadi sekarang tidak perlu khawatir lagi menggunakan IDE powerful tapi bajakan, bisa memanfaatkan lisensi free student selama masih menjadi mahasiswa.

2 thoughts on “JetBrains: Development Tools yang bersahabat dengan pelajar

    • Setiap tahun musti re-aktivasi via email. Beberapa kampus/sekolah mungkin ada yang menghentikan akses ke email kampus/sekolah jika sudah lulus sehingga tidak dapat menikmati produk “gratis” dari jetbrains ini, tapi beberapa kampus/sekolah tetap memberikan akses meski sudah lulus, jadi bisa menggunakan produk jetbrains selamanya.

Tinggalkan Balasan