Rilis website desa bilebante.desa.id

Akhirnya setelah sekian bulan menunda ternyata kesampaian juga, keinginan untuk membuatkan desa tempat tinggal saya website bisa terlaksana. Sebetulnya sudah dari lama, hanya karena belum sempat nya mengurus administrasi sebagai syarat kelengkapan untuk pendaftaran nama domain. Saya tinggal di desa dengan nama Bilebante, untuk itu domain yang saya daftarkan adalah bilebante.desa.id. Ada kebahagiaan sendiri meskipun belum bisa memberikan kontribusi yang lebih layak untuk membangun desa, dengan adanya website desa semoga bisa lebih bermanfaat.

Tanggal 29 oktober lalu, saya diminta untuk menjadi pembicara dalam pelatihan mengoperasikan website desa yang telah saya buat (materi presentasi). Bersama kepala desa, operator dan staff desa lainnya, juga hadir teman-teman KKN yang saat itu sedang menjalani kuliah lapangannya di desa bilebante. Dewasa ini sudah jamannya era digital, manfaatnya sangat besar yakni dapat lebih mempermudah akses, mudah untuk disimpan, dan sangat mudah untuk dikelola.

Kaitannya dengan desa, website bisa dimanfaatkan untuk mempublikasikan tulisan mengenai potensi-potensi yang ada di desa, dalam hal ini desa Bilebante. Dengan begitu bukan hanya warga desa bilebante saja yang mengetahui potensi tersebut, juga orang-orang dari penjuru dunia juga bisa mengetahuinya. Budaya, daerah wisata, dan usaha yang ada di desa bilebante dapat ter-sosialisasi dengan mudah. Saat ini perihal mengenai potensi hanya menggunakan perantara cerita-ke-cerita, bagaimanapun daya ingat manusia sangat terbatas, begitujuga dengan informasi seputar potensi tersebut lambat laun juga akan menghilang.

Manfaat lainnya yakni terkait penyebaran informasi, himbauan, sosialisasi dan informasi lainnya. Meskipun cakupannya desa namun tidak sedikit yang sudah mulai terbiasa dengan yang namanya internet dan website. Banyak warga yang sudah memanfaatkan internet untuk mencari informasi tentang suatu hal yang ada didalam website. Wadah ini yang sebetulnya dapat dimanfaatkan oleh sekretariat desa, misalnya ketika ada informasi tentang jadwal untuk acara tertentu, himbauan untuk lebih waspada terhadap hal tertentu, dan informasi-informasi bermanfaat lainnya bisa di tuliskan di dalam website desa, sehingga paling tidak warga (yang sudah menggunakan internet) dapat lebih up-to-date terhadap informasi-informasi tersebut.

Mumpung ada yang sedang KKN di desa bilebante, mengenai KKN saya juga pernah menjalaninya semasa masih menjadi mahasiswa. Selama menjalani KKN kelompok mahasiswa diwajibkan untuk membuat laporan dan dokumentasi untuk kegiatan-kegiatan yang pernah mereka kerjakan untuk membangun desa. Laporan-laporan tersebut kemudian diakhir masa KKN akan dijilid, dicopy, kemudian akan ditumpuk di kampus masing-masing. Siapa yang akan membukanya kembali? Tidak ada! Kecuali mahasiswa lainnya yang ingin meniru format pembuatan laporan KKN juga.

Berbeda hal nya jika laporan-laporan kegiatan tersebut di tulis di website, manfaat terbesarnya adalah konten atau tulisan-tulisan yang memuat tentang potensi desa dapat diakses terus menerus, oleh siapa saja di penjuru dunia. Misalnya anggap saja ada yang sedang mencari informasi mengenai lokasi wisata mata air di lombok, karena website desa bilebante memiliki tulisan atau konten tentang wisata mata air yang ada dibilebante, otomatis orang tersebut akan diarahkan ke website desa bilebante. Setelah itu secara tidak langsung orang tadi juga akan melihat wisata-wisata lainnya yang ada di desa bilebante, kemudian merekomendasikan nya ke teman atau kerabatnya, menjadi pusat perbincangan, dan akhirnya menjadi terkenal. Menarik bukan?

Untuk itu dimana dan bagaimanapun kita harus bisa mengikuti laju perkembangan teknologi, atau paling tidak mempersiapkan anak-anak kita untuk hal tersebut. Banyak sekali manfaat yang bisa di peroleh, tapi jika digunakan untuk hal-hal yang positif.

Maju terus teknologi indonesia, berkembanglah desaku.

Wassalam.

Zaf

Tinggalkan Balasan