Domain Local Apache di Windows Environment

Apache Web Server

Apache Web Server

Sebelumnya saya pernah menulis tentang bagaimana membuat custom local domain untuk apache pada macOS, kali ini saya akan share konfigurasi yang sama namun pada OS berbasis Windows. Secara umum alurnya tidak jauh berbeda, bahkan software-software yang digunakan pun masih tetap sama.

Kembali mengingatkan bahwa dalam konfigurasi ini kita ingin membuat lingkungan pengembangan aplikasi web kita menjadi lebih sederhana dan terstruktur, misalnya dari alamat local yang awalnya

http://localhost/project-A/subproject-A1/child-project-A11

cukup menjadi http://a11.local atau http://sub1.project-a1.local

Contoh domain diatas menggunakan .local, sebetulnya tidak ada keharusan untuk menggunakan domain tersebut karena sifatnya yang memang lokal kita bisa menggunakan domain yang kita inginkan, misalnya .dev, .private, .test, dan lain sebagainya. Bahkan kita bisa menggunakan public domain (TLD) yang sudah ada, misalnya .com, .net, .org, dan lain sebagainya.

Namun menggunakan TLD tidak disarankan, karena nanti dapat menyebabkan conflict dengan public domain yang sesungguhnya.

Project Structures

Saat kita memiliki beberapa project alangkah baiknya kita memiliki satu root folder yang berisi semua project didalamnya, kemudian berjenjang ke sub-folder sebagai representasi sub-aplikasi, dan seterusnya. Contohnya gambar dibawah adalah struktur project yang saat ini saya gunakan.

Saya menempatkan root folder langsung dibawah C:\, dengan begitu begitu saya perlu masuk kedalam folder tersebut melalui mode terminal (CLI) akan lebih mudah dijangkau. Dari struktur folder diatas umumnya saya membentuk domain lokal sesuai project

  • unram.local –> C:\Sites\unram
  • e-pay.unram.local –> C:\Sites\unram\e-pay
  • form.if.unram.local –> C:\Sites\unram\if\form
  • dan seterusnya

Hal ini juga untuk memudahkan dalam mengingat project ketika sudah di-deploy ke stage production

  • unram.local –> unram.ac.id
  • e-pay.unram.local –> e-pay.unram.ac.id
  • form.if.unram.local –> form.if.unram.ac.id
  • dan seterusnya

Web Development Tools

XAMPP adalah web development stack yang sudah familiar bagi pengguna Windows, dalam tulisan ini tools yang akan digunakan adalah software tersebut. Dengan menggunakan software ini kebutuhan software lainnya untuk web server dapat terpenuhi, diantaranya Apache, MySQL, dan PHP.

XAMPP Main

XAMPP Main

Apache Config

Mulai dari Apache, secara default XAMPP mengarahkan root folder untuk aplikasi-aplikasi web yang berjalan dibawah localhost ke C:\xampp\htdocs. Secara teknis kita tetap bisa menggunakan folder ini, namun sedikit lebih panjang ketika kita perlu akses melalui terminal, untuk itu kita perlu arahkan ke root folder yang telah dijelaskan diatas yakni C:\Sites.

Untuk mengarahkan root folder apache ke C:\Sites kita bisa merubah konfigurasi yang ada pada file httpd.conf. Untuk membuka file tersebut dari halaman main XAMPP pada bagian apache klik Config –> Apache (httpd.conf).

Setelah itu mestinya akan terbuka notepad yang berisi file httpd.conf

Yang perlu dilakukan selanjutnya adalah mencari baris yang berisi text

DocumentRoot "C:/xampp/htdocs"
<Directory "C:/xampp/htdocs">

Kemudian menggantinya dengan 

DocumentRoot "C:/Sites"
<Directory "C:/Sites">

Selanjutnya simpan (ctrl+s) dan tutup Notepad. Untuk memastikan tidak ada yg salah kita perlu stop apache dan start kembali. Jika pada kolom PID(s) dan Port(s) nya muncul angka berarti tidak ada masalah, konfigurasi sudah sesuai.

Apache Virtual Hosts

Dalam tulisan ini misalnya saya ingin membuat vhost untuk domain form.if.unram.local maka sebelumnya saya harus memiliki folder di C:\Sites\unram\if\form. Selanjutnya kita perlu menambahkan host baru pada konfigurasi apache, file yang perlu dibuka adalah C:\xampp\apache\conf\extra\httpd-vhosts.conf.

Pada baris paling akhir tambahkan text berikut

<VirtualHost *:80>
    ServerAdmin zaf@elektro08.com
    DocumentRoot "C:/Sites/unram/if/form"
    ServerName form.if.unram.local
    ErrorLog "logs/form.if.unram.local-error.log"
    CustomLog "logs/form.if.unram.local-access.log" common
</VirtualHost>

Konfigurasi diatas adalah untuk satu host yakni form.if.unram.local, jika ingin menambahkan host lainnya tinggal menambahkan konfigurasi yang sama seperti cara diatas, namun path dan name nya perlu disesuaikan. Jangan lupa setiap melakukan perubahan terhadap konfigurasi apache perlu distop dan distart kembali.

OS Hosts

Terakhir adalah melakukan konfigurasi pada internal DNS pada OS yang digunakan. Domain http://localhost akan selalu mengarah ke 127.0.0.1, custom domain http://form.if.unram.local tidak otomatis mendapatkan IP melainkan kita perlu memetakan domain tersebut menjadi domain local, yakni ke 127.0.0.1 juga.

Untuk memudahkan pengelolaan kita bisa menggunakan software Hosts File Editor.

Jika sudah diisi terakhir adalah tinggal mencoba akses domain local tersebut

Terapan Tool Industri Dalam Dunia Akademik

Di dunia industri perkembangan teknologi sangat pesat. Ekosistem yang ada saling mendukung antara satu dengan yang lain, baik dari segi software (aplikasi) maupun dari segi metode (prosedur).

Kurang lebih 5 tahun lalu saya masih berseliweran dengan dunia teknis, namun saat ini mulai banyak beraktivitas di dunia akademis. Sebagai tambahan informasi bahwa tool yang disinggung dalam tulisan ini menyesuaikan dengan waktu penulis, bisa jadi beberapa tahun setelahnya terjadi pergeseran fungsi atau bahkan tool tersebut tidak aktif lagi.

Banyak yang masih memegang ego tersendiri, antara kubu yang merasa mampu tanpa perlu menempuh pendidikan lanjut, dengan kubu yang merasa pendidikan lanjut memiliki peran besar terhadap dunia kerja. Namun kedua kubu sejatinya saling membutuhkan satu sama lain, saling menunjang.

Seorang engineer tidak akan dapat berkembang lebih jauh tanpa menggunakan metode riset, begitu juga sebaliknya dengan akademisi. Seorang peneliti tentu akan menghadapi kesulitan dalam implementasi hipotesis tanpa memiliki kemampuan teknis.

Sejauh ini saya melihat ada persamaan rutinitas antara kedua dunia tersebut, sehingga tidak menutup kemungkinan dalam kesehariannya dapat memanfaatkan kelebihan satu dengan yang lainnya.

Tulisan kali ini saya akan coba fokus dari sisi akademik, beberapa tool yang sering digunakan di industri yang sangat membantu jika diterapkan dalam dunia akademik.

Google Ecosystem

Ada yang mengatakan bahwa saat ini Google lebih baik dalam mengenal anda, dibandingkan dengan diri anda sendiri. Tidak heran jika ada yang sampai mengatakan demikian. Hal tersebut karena dengan terhitungnya layanan yang disediakan Google (dengan gratis) untuk kita gunakan dalam aktivitas pribadi sehari-hari. Mulai dari pencarian, smartphone, browser, dan lain sebagainya.

Google Apps

Dalam keseharian akademik, layanan seperti Google Docs, Google Sheet, dan Google Presentation sangat bermanfaat di era yang serba internet seperti yang kita jalani saat ini. Continue reading

Menyingkat Alamat URL

Branding menggunakan URL sangat signifikan, meskipun tidak terlalu diperhatikan, baik membantu dalam mengingat suatu alamat website maupun untuk keperluan promosi.

Tentu, fungsi utama dari URL Shortener adalah untuk mempersingkat alamat URL yang tadinya panjang menjadi lebih singkat. Dengan membuat URL yang lebih singkat kita jadi lebih mudah untuk mendistribusikan URL tersebut, mudah diingat, mudah dikenali, dan lain sebagainya.

Unik, dan mudah diingat.

Poin ini tentu akan menjadi nilai lebih dalam hal branding. Sesuatu yang sifatnya unik akan dapat melekat di ingatan dalam jangka waktu yang relatif lebih lama dibandingkan dengan hal yang biasa-biasa saja.

Sejauh ini saya baru menggunakan URL Shortener untuk dua keperluan, di kantor (s.lrsoft.id) dan di kampus (unr.am).

Memantau Traffic

Secara teknis, mencocokkan URL unik dengan yang sebenarnya memerlukan wadah untuk penyimpanan data. Aktivitas pencocokan ini dapat dimanfaatkan untuk merekam aktivitas lainnya, misalnya sudah berapa kali URL tersebut diakses, dari sumber mana saja URL tersebut ditemukan, dan beberpa informasi lainnya.

Traffic URL Shortener

Traffic URL Shortener

Bagi teman-teman yang fokus pada blogging, memantau traffic cukup bermanfaat karena dapat digunakan untuk melakukan optimasi konten. Misalnya jika ditemukan URL yang tingkat klik nya rendah, kita bisa fokus untuk lebih memperbaiki konten pada URL tersebut. Continue reading

Mengganti Webuzo dengan CentOS Web Panel

Setelah beberapa tahun terakhir aktif menggunakan Webuzo, tiba saatnya move on kepada software lain. Kali ini tempat singgah berikutnya adalah CentOS Web Panel (CWP). CWP merupakan panel control untuk kebutuhan website pada server dengan distro CentOS.

Dengan banyaknya domain yang terdistribusi dalam beberapa server LRsoft, proses migrasi mungkin akan memakan banyak waktu. Tapi setidaknya proses ini hanya dilakukan sekali untuk jangan waktu yang panjang berikutnya.

Beberapa data yang perlu dimigrasi adalah file system, yakni semua script dan data lainnya yang berkaitan dengan sistem. Berikutnya adalah database, merupakan gudang data inti dari aplikasi atau web. Dan terakhir adalah DNS function, termasuk MX dan CNAME records.

Record MX untuk menentukan mail server yang digunakan jika layanan tersebut berada di luar server (Google, Yandex, dan lain sebagainya). Kemudian CNAME hanya merupakan alias untuk beberapa fungsionalitas address. Ada beberapa hal yang membuat saya akhirnya menjatuhkan pilihan pada CWP dibandingkan web panel lainnya. Continue reading

Mengobrol Sepuasnya dengan Paket Nelpon Simpati

Simpati merupakan salah satu produk Telkomsel yang diluncurkan pada tahun 1997. Memasuki tahun 2000-an, muncul Simpati Nusantara, kartu GSM pertama di Asia. Awalnya, produk tersebut hanya bisa diaktifkan di area pendaftaran. Harganya pun tergolong mahal, sekitar Rp250.000. Saat itu, pengguna mendapatkan 11 digit nomor SIM card.

Seiring dengan perkembangan teknologi, Telkomsel pun memperluas jaringan Simpati. Sinyalnya menjangkau hingga ke pelosok tanah air. Lebih dari 140 juta orang menggunakan operator ini. Karena itulah, Telkomsel berupaya memberikan layanan terbaik untuk pelanggan setia Simpati, salah satunya lewat paket nelpon.

Jika Anda suka menelepon dalam waktu lama, manfaatkan paket nelpon Simpati. Bisa dengan cara membeli paket pulsa Simpati di Traveloka. Agar bisa membeli paketnya, jangan lupa untuk cek terlebih dahulu sisa pulsa Anda. Cara cek pulsa Simpati yang paling mudah juga bisa Anda lihat di halaman tersebut. Selain mudah dan cepat, harganya juga murah. Pun bebas pajak dan biaya transfer. Nah, sebagai rujukan, berikut opsi paket yang bisa dipilih. Continue reading