Pengalaman di-rampok Online

Ironis! Dengan aktivitas sehari-hari di dunia maya masih saja bisa kebobolan, lebih lagi menyangkut masalah uang. Begitulan, ini adalah pengalaman pertama saya menjadi korban perampokan online di PayPal setelah beberapa tahun terakhir aktif saya gunakan, baik untuk keperluan bisnis maupun pribadi.

Saya sendiri menggunakan PayPal sebagai Tabungan Internasional selain tabungan konvensional di bank lokal. Saya mengelola akun pembayaran (beberapa pilihan mata uang) dari bisnis yang dijalani beberapa rekan saya, dari transaksi sampai penarikan, intinya rekan saya saat ini cuma bisa nerima uang dalam bentuk rupiah.Disisi lain saya suka Mengendap-kan uang di PayPal, jadi ketika waktunya penarikan (withdraw) sebetulnya saya tidak langsung withdraw tapi saya bayar menggunakan uang pribadi terlebih dahulu, sehingga dengan begitu saya punya simpanan uang dalam beberapa jenis mata uang di PayPal.

Buat apa?

Yup, saya seorang OLShopper. Kadang beberapa barang yang saya inginkan tidak tersedia di Indonesia, akhirnya pesan dari luar negeri. Bayarnya pun setidaknya musti pakai dollar US, alternatifnya pakai PayPal.

Lah kok jadi curhat? Mari kembali ke masalah…

Pada tanggal tertentu setiap bulannya saya melakukan withdraw, tapi ada yang aneh dengan daftar transaksi yang muncul di history lists. Sejak tanggal 2 Desember 2015 ada beberapa transaksi yang dilakukan untuk withdraw langsung kedalam kartu kredit.

Penarikan Ilegal

Penarikan Ilegal

Pas cek-cek pengaturan kartu kredit, ternyata benar kartu kredit nya sudah diganti dengan yang lain, kartu kredit saya dihapus. Ah sial ada yang sudah tahu password PayPal saya, pakai acara withdraw pula. Seketika shock! mengingat nominalnya yang cukup besar (bagi saya) dan juga statusnya yang sudah Complete, waktu itu sempat berfikir tidak ada harapan lagi.

Coba-coba menghubungi pihak PayPal untuk melaporkan hal tersebut via email, namun katanya minimal akan direspon 1 x 24 jam. Ah, gak sabar, akhirnya saya putuskan untuk menelpon saja. Untungnya saya disambungkan dengan Customer Service yang ada di Singapore yang mana support native Bahasa Indonesia, jadi enak menjelaskannya.

Setelah ngobrol sekitar 30 menit, sambil mas CS nya ngecek-cek log aktifitas di akun saya akhirnya dia bisa mengerti bahwa ada tindakan illegal pada akun saya yang dilakukan orang tidak dikenal. Diapun membantu saya untuk membuat laporan ke bagian penyelidikan untuk dibantu oleh pihak yang berwajib demi melakukan investigasi.

Saya diminta banyak berdoa (kebetulan mas CS nya juga muslim, ketika saya beritahu nama depan saya Ahmad dia langsung sambut dengan Assalamualaikum) dan bersabar menunggu hasil investigasi. Ternyata benar, tidak lebih dari 2 hari uang saya yang telah di-withdraw secara ilegal tersebut dikembalikan lagi ke akun PayPal saya, wes happy ending lah 😀

Pelajaran

Jangan abaikan tiap email pemberitahuan aktifitas perubahan dari PayPal

Kesalahan saya waktu itu adalah karena saya jarang membuka email yang saya gunakan pada akun PayPal. Biasanya PayPal secara otomatis akan mengirimkan pemberitahuan melalui email setiap kali ada perubahan yang terjadi dalam akun tersebut, terutama yang menyangkut kartu kredit dan bank lokal untuk penarikan.

Gunakan Password yang berbeda

Ini juga kesalahan saya, yakni menggunakan 1 password untuk semua akun di banyak layanan yang saya gunakan. Keuntungannya ya mudah diingat karena cuma 1, tapi sangat berbahaya ketika sudah diketahui pasti repot untuk ganti/update nya. Untuk itu khusus untuk akun-akun yang strict (PayPal, iBanking, dll), pastikan untuk menggunakan password yang berbeda dengan yang lainnya.

Tips

  • Jangan panik!!!
  • Segera hubungi PayPal, sebaiknya via telpon (pakai Google Hangout ke singapura cuma $0.02/menit, credit minimal $10).
  • Banyak berdoa 🙂

 

Tinggalkan Balasan