Ada kalanya harus menghitung manual

Zaman tidak akan pernah sama, perubahan akan selalu terjadi, khususnya dalam bidang teknologi. Ini cerita ketika hendak memeriksa nilai adik-adik siswa di SMK tempat saya mengajar. Karena masih baru dan pertamakalinya memberikan nilai kepikiran untuk pakai Google Spreadsheet agar lebih mudah dalam hitung-hitungan persentase nilai sesuai bobot. Bobot yang digunakan pun standar, tidak ada yang spesial.

image

Begitulah persentase nilai yang saya gunakan, adapun UAS dan UTS biasanya selalu dijadikan titik beban bobot.
Kebetulan orang tua saya adalah guru juga, beberapa kali saya memperhatikan cara dan metode mereka menghitung nilai untuk rapor, yaa… kalkulator jadi senjata andalan.
Saat ini banyak hal dapat menjadi mudah, karena hanya tinggal membuat rumus sesuai bobot dan nilai, taadaa…. nilai akhir (untuk rapor) langsung dapat.
Disinilah masalahnya, selain membuat manja secara tidak langsung juga membuat saya tidak peduli dengan adik-adik yang saya bimbing, gara-gara hanya berpatok pada Nilai Akhir bukannya pasa proses.

image

Coba deh perhatikan nilai yang saya lingkari warna kuning itu, karena yang menjadi titik beban nilai adalah UTS dan UAS, jadi nilai yang satu akan mempengaruhi nilai lainnya, meskipun nilai yang lainnya itu tinggi.
Sebagai catatan beberapa beberapa siswa tidak mengikuti UTS, termasuk yang mendapat nilai yang dilingkari tersebut. Nilai itu ada karena ada penambahan (pendongkrak) agar nilai lainnya mencapai minimum standar.
Dari nilai itu seharusnya bisa dilihat kemampuan siswa tersebut. Nilai yang didapat adalah tertinggi dibanding yang lainnya, bahkan tetap tinggi di matapelajaran lain juga, pun seandainya ikut UTS pasti nilai akhir nya akan lebih tinggi lagi.
Saya menulis ini karena siswa yang bersangkutan sempat komplin karena merasa banyak menjawab benar di ujian tapi nilai akhir nya tidak memuaskan, dan saya akui memang salah dalam melakukan perhitungan nilai akhir. Pelajaran sederhana namun penting untuk dipertimbangkan guna meningkatkan kualitas pendidikan di negara ini.

Wassalam,
Zaf.

Posted from WordPress for Android

Tinggalkan Balasan